Jenis Stres dalam Ilmu Psikologi


Jenis Stres dalam Ilmu Psikologi
Penulis: Unoviana Kartika

Jenis Stres dalam Ilmu Psikologi — Stres sering kali diidentikkan dengan emosi negatif yang berakibat buruk bagi kesehatan. Namun, stres ternyata tidak selamanya buruk. Ada pula stres yang memiliki manfaat baik.

Berikut ini adalah beberapa jenis stres yang perlu kita kenali. 

1. Stres baik

Stres tidak hanya dipicu sepenuhnya oleh pengalaman negatif. Bahkan, pengalaman positif juga dapat membawa stres, seperti upacara kelulusan atau pernikahan. Namun, tipe stres seperti ini dalam dosis kecil sebenarnya baik untuk sistem imun kita. Selain itu, tipe stres ini juga dapat membuat banyak orang lebih mudah untuk menciptakan tujuan dan menikmati proses mencapainya dengan penuh energi.
Jenis Stres dalam Ilmu Psikologi
Jenis Stres dalam Ilmu Psikologi


2. Distres internal

Ini adalah tipe stres yang buruk. Distres merupakan tipe stres negatif hasil dari pengalaman buruk, ancaman, atau perubahan situasi yang tidak terduga dan tidak nyaman. Pada dasarnya, tubuh kita menginginkan rasa aman sehingga apabila rasa tersebut terusik, tubuh pun mengalami distres.

3. Distres akut

Distres akut terjadi ketika seseorang mengalami distres yang dipicu oleh peristiwa buruk yang berlalu dengan cepat. Sementara stres kronik terjadi ketika seseorang harus menahan stres dalam waktu yang lama. Kedua tipe stres tadi akan memicu timbulnya hiperstres.

4. Hipostres

Ternyata hari-hari tanpa kekhawatiran dan tantangan juga dapat memicu tipe stres lainnya, yaitu hipostres. Hipostres merupakan "ketidakadaan" stres, tetapi bisa juga diartikan kebosanan yang ekstrem. Seseorang yang mengalami hipostres mungkin merasa tidak tertantang, tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun. Hipostres dapat memicu perasaan depresi dan kesia-siaan.

5. Eustres

Eustres merupakan stres yang sangat berguna lantaran dapat membuat tubuh menjadi lebih waspada. Eustres membuat tubuh dan pikiran menjadi siap untuk menghadapi banyak tantangan, bahkan bisa tanpa disadari. Tipe stres ini dapat membantu memberi kekuatan dan menentukan keputusan, contohnya menemukan solusi untuk masalah.

Jenis Makanan yang Mencerdaskan Otak


Jenis Makanan yang Mencerdaskan Otak
Penulis: Anda Nurlaila


Jenis Makanan yang Mencerdaskan Otak - Ingin kemampuan mental tetap prima hingga usia tua? Sebaiknya biasakan minum susu dan asupan makanan dari susu. Sebuah studi menemukan susu menjadi bagian penting untuk membentuk dan mempertahankan otak yang sehat. 


Lewat sebuah studi, peneliti AS dan Australia menyimpulkan bahwa orang yang secara teratur minum susu atau mengasup makanan olahan susu seperti keju, dan yogurt memiliki kemampuan melewati tes mental lebih baik daripada mereka yang jarang atau tidak pernah minum susu.


Jenis Makanan yang Mencerdaskan Otak
Jenis Makanan yang Mencerdaskan Otak   
   

Penelitian melibatkan 1.000 orang dewasa. Semuanya ditanyakan mengenai mengenai konsumsi harian termasuk susu dan produk olahan. Kemudian, responden juga diminta untuk menyelesaikan tes untuk menilai kemampuan mental mereka.
Hasil studi yang dimuat dalam Dailymail memperkuat studi lain yang melibatkan 104 pensiunan. Ditemukan, sebagian lanjut usia dengan lemak yang lebih tinggi dalam darah mengalami penyusutan otak lebih sedikit. Penyusutan otak merupakan gejala khas penyakit Alzheimer.



Lemak yang bermanfaat berupa lemak omega 3 ditemukan dalam makanan seperti ikan berlemak dan susu. Studi yang dipublikasikan di Neurology, jurnal yang diterbitkan American Academy of Neurology, mengukur kadar lemak yang berbeda-beda dalam darah. Mereka juga menanyakan asupan makan harian responden.



Studi membuktikan, fungsi otak memerlukan asupan lemak baik agar mampu bekerja lebih baik. Otak terdiri dari 60 persen lemak. Sel-sel otak yang terisolasi dengan selubung mielin terdiri dari 75 persen lemak. Lemak mielin perlu diganti terus-menerus.



Alasan Begadang Bikin Gemuk Menurut Kedokteran


Alasan Begadang Bikin Gemuk Menurut Kedokteran
Penulis: Mutia Nugraheni


Alasan Begadang Bikin Gemuk Menurut KedokteranBanyak orang beranggapan kalau kurang tidur akan membuat seseorang cenderung kurus. Tapi faktanya, begadang bisa membuat berat badan terus naik.
Terutama, bagi Anda yang termasuk dalam kategori short sleeper, yaitu mereka yang tidur 5,5 jam atau kurang, setiap harinya. Ingin tahu mengapa begadang bisa membuat bobot tubuh naik? Berikut tiga alasannya, seperti dilansir dari Prevention.com.

 Alasan Begadang Bikin Gemuk Menurut Kedokteran
Alasan Begadang Bikin Gemuk Menurut Kedokteran

1. Kalori  yang terbakar lebih sedikit

Saat kurang tidur, menurut penelitian yang dipublikasi dalam American Journal of Clinical Nutrition, kalori yang terbakar setelah makan akan lebih sedikit. Tubuh juga akan terasa lemas karena energi berkurang sebesar 5 persen.

2. Makan lebih banyak

Wanita yang tidur hanya empat jam, akan mengonsumsi makanan dengan kalori tambahan sebesar 329 keesokan harinya. Ini merupakan hasil penelitian  American Heart Associationpada 2011. Terjaga pada malam hari akan membuat kita cenderung mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. 

3. Hasrat makan tinggi

Kurang tidur juga memengaruhi kadar hormon ghrelin, yang berfungsi memberitahu Anda untuk makan. Level ghrelin akan tinggi saat Anda kurang tidur dan membuat hasrat makan semakin tinggi. Termasuk, membuat produksi lemak meningkat dan bobot tubuh bertambah.

Penyebab Alasan Begadang Bikin Gemuk


Penyebab Alasan Begadang Bikin Gemuk
Penulis: Rosmha Widiyani


Penyebab Alasan Begadang Bikin Gemuk - Demam menonton serial drama Korea atau tim detektif yang mengupas misteri pembunuhan bisa membuat banyak orang betah begadang. Tanpa sadar, setoples camilan pun tandas disantap sebagai teman menonton. 

Begadang memang bukan cuma membuat kita gampang ngantuk dan lembih lamban keesokan hari. Memotong jam tidur juga dapat menambah kandungan lemak dan kalori sehingga berat badan sulit turun.
Penyebab Alasan Begadang Bikin Gemuk
Penyebab Alasan Begadang Bikin Gemuk

Peneliti dari University of Pennsylvania’s Perelman School of Medicine mengadakan riset tentang hal ini. Sebanyak 27 responden dalam penelitian ini adalah orang yang pergi tidur pukul 10 malam. Sedangkan grup lain dengan jumlah responden 198 orang adalah orang yang baru tidur pukul 4 pagi.

Tim riset menemukan, responden yang tidur telat mengkonsumsi 550 kalori lebih banyak, yang kebanyakan berasal dari lemak, dibandingkan dengan orang yang tidur pukul 10 malam. 

Setelah 5 malam dengan jam istirahat terbatas, partisipan pada grup kedua memperoleh kenaikan berat badan sekitar satu kilogram.

Ngemil malam hari terjadi karena beberapa alasan. Peneliti Andrea M. Spaeth, MA, dari University of Pennsylvania mengatakan, makin lama kita terjaga, lebih banyak waktu yang tersedia untuk makan. 

Tetapi kurang tidur juga meningkatkan keinginan untuk mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi kalori. Walaupun masih kurang jelas mengapa muncul keinginan kuat untuk ngemil, tetapi saat ini makanan tinggi kalori begitu mudah didapat. Dengan demikian, lebih sulit bagi kita untuk menahan godaan makan ketika begadang. 

Senada dengan Andrea, Lisa Moskovitz, RD, CDN, pemilik Your New York Dietician mengatakan orang kurang mewaspadai akibat dari pilihan camilan yang dimakan di rumah karena rumah identik dengan rasa nyaman.

Ketika tidak bisa tidur pada jam yang sudah ditentukan, Moskovitz menyarankan 4 hal berikut untuk menghindari makan berlebihan saat malam hari.

1. Sarapan
Bila akan memiliki jam malam yang panjang, pastikan untuk sarapan sehat saat pagi hari. Penelitian menunjukkan, kehilangan waktu makan, terutama sarapan, meningkatkan keinginan konsumsi kalori dan karbohidrat yang tinggi pada malam hari. Pilih menu sarapan yang mengandung karbohidrat dan protein. 

2. Jangan ngemil sambil nonton televisi
Jika merasa lapar tentu boleh-boleh saja makan selingan sehat saat malam hari. Namun jangan lakukan sambil nonton televisi karena bisa membuat kita lupa waktu dan makan berlebihan.

3. Jauhkan makanan tidak sehat dari rumah
Sebaiknya hilangkan junk food dan penuhi dapur dengan makanan sehat seperti yogurt rendah lemak, buah, dan sayur. Bila teman serumah menyimpan makanan yang tidak sehat, sebaiknya taruh di tempat yang sulit dijangkau. Tempat penyimpanan yang sulit dicapai akan menghilangkan camilan dari penglihatan dan pikiran.

4. Aktivitas fisik
Jika hanya duduk membuat perut gampang lapar, maka berolahragalah di malam hari. Aktifitas fisik akan menangkal kecenderungan untuk asupan kalori yang tidak perlu.

SUMBER 


http://updatesains.blogspot.com/. Powered by Blogger.

Test Footer 2